Krikil hitam dan krikil putih
Tuesday, March 21st, 2006Alkisah, ada seorang petani di sebuah desa mempunyai hutang yang
sangat besar kepada seorang lintah-darat. Kebetulan, si Lintah
Darat naksir berat sama anak perempuan si Petani. Maka timbulah
pikiran liciknya, "Hei petani, utangmu akan aku anggap lunas kalau aku
boleh menikahi anak perempuanmu!" katanya. Tentu saja si Petani
dan anak perempuannya itu menolaknya.
sangat besar kepada seorang lintah-darat. Kebetulan, si Lintah
Darat naksir berat sama anak perempuan si Petani. Maka timbulah
pikiran liciknya, "Hei petani, utangmu akan aku anggap lunas kalau aku
boleh menikahi anak perempuanmu!" katanya. Tentu saja si Petani
dan anak perempuannya itu menolaknya.
Si Lintah Darat yang licik itu tak menyerah, "Biarlah kita buang
undi. Saya akan memasukkan dua kerikil ke dalam kotak ini, satu
hitam dan satu putih. Anak perempuanmu aku persilahkan untuk
mengambilnya salah satu. Kalau yang terambil hitam, maka
hutangmu lunas dan maka aku mendapatkan anak perempuanmu. Kalau
yang terambil putih, kamu tetap berutang padaku dan aku tidak akan
menikahi puterimu. Dan � jika anak perempuanmu tidak mau
mengambilnya, kamu akan masuk penjara!" katanya sambil menyeringai
licik.
undi. Saya akan memasukkan dua kerikil ke dalam kotak ini, satu
hitam dan satu putih. Anak perempuanmu aku persilahkan untuk
mengambilnya salah satu. Kalau yang terambil hitam, maka
hutangmu lunas dan maka aku mendapatkan anak perempuanmu. Kalau
yang terambil putih, kamu tetap berutang padaku dan aku tidak akan
menikahi puterimu. Dan � jika anak perempuanmu tidak mau
mengambilnya, kamu akan masuk penjara!" katanya sambil menyeringai
licik.
Anak perempuan petani itu tahu betul bahwa ini pastilah siasat licik
Lintah Darat itu. Ia yakin, kerikil yang akan dimasukkan dalam
kotak itu pastilah hitam semuanya. Dan benar, tanpa sengaja
anak perempuan petani itu melihat si Lintah Darat memasukkan dua kerikil
hitam ke dalam kotak! Anak perempuan petani itu memutar otak,
bagaimana ia menyiasati akal bulus lintah darat itu. Dilema
yang sangat besar baginya, karena kalau ia menolak mengambil, ayahnya akan
masuk penjara. Kalau ia mengungkapkan kecurangan si Lintah
Darat, ia sangat takut dan mungkin malah mencelakakan
semuanya. Bukankah para pengikut dan pengawal Lintah Darat itu
bagian dari skenario kelicikannya? Tetapi kalau ia mengambil,
pastilah kerikil hitam yang terambil!
Lintah Darat itu. Ia yakin, kerikil yang akan dimasukkan dalam
kotak itu pastilah hitam semuanya. Dan benar, tanpa sengaja
anak perempuan petani itu melihat si Lintah Darat memasukkan dua kerikil
hitam ke dalam kotak! Anak perempuan petani itu memutar otak,
bagaimana ia menyiasati akal bulus lintah darat itu. Dilema
yang sangat besar baginya, karena kalau ia menolak mengambil, ayahnya akan
masuk penjara. Kalau ia mengungkapkan kecurangan si Lintah
Darat, ia sangat takut dan mungkin malah mencelakakan
semuanya. Bukankah para pengikut dan pengawal Lintah Darat itu
bagian dari skenario kelicikannya? Tetapi kalau ia mengambil,
pastilah kerikil hitam yang terambil!
Tapi, untunglah di saat-saat kritis itu, anak perempuan petani
itu mendapatkan akal. Dengan disaksikan penduduk sekitar yang
berdatangan, ia dengan mantap mengambil salah satu kerikil dalam kotak
itu, menggenggamnya, dan kemudian tanpa membuka genggamannya, ia
mempersilahkan si Lintah Darat untuk melihat kerikil yang tersisa dalam
kotak. "Apakah warna kerikil yang tersisa Tuanku?" tanya anak
perempuan petani itu.
itu mendapatkan akal. Dengan disaksikan penduduk sekitar yang
berdatangan, ia dengan mantap mengambil salah satu kerikil dalam kotak
itu, menggenggamnya, dan kemudian tanpa membuka genggamannya, ia
mempersilahkan si Lintah Darat untuk melihat kerikil yang tersisa dalam
kotak. "Apakah warna kerikil yang tersisa Tuanku?" tanya anak
perempuan petani itu.
Tentu saja sang Lintah Darat terperanjat dengan kepintaran anak
perempuan petani itu, "Hitam �" katanya lirih.
perempuan petani itu, "Hitam �" katanya lirih.
"Karena Tuan telah memasukkan satu kerikil hitam dan satu kerikil
putih, berarti yang ada dalam genggamanku ini adalah kerkil putih!" kata
anak perempuan petani itu sambil tersenyum.
putih, berarti yang ada dalam genggamanku ini adalah kerkil putih!" kata
anak perempuan petani itu sambil tersenyum.
Akhir cerita, hutang si Petani lunas, dan anak perempuannya tetap
bersama-sama dengan dia. Dan perlu Anda ketahui, sampai Lintah
Darat dan semua penduduk pulang ke rumah masing-masing, anak perempuan
petani itu tetap tidak membuka genggamannya. Ia tidak ingin
mempermalukan Lintah Darat itu dengan menunjukkan kelicikannya dalam soal
kerikil hitam dan kerikil putih itu � Ia telah memberikan pelajaran
berharga bagi si Lintah Darat, bagaimana niat jahatnya dibalas dengan
tindakan bijak.
bersama-sama dengan dia. Dan perlu Anda ketahui, sampai Lintah
Darat dan semua penduduk pulang ke rumah masing-masing, anak perempuan
petani itu tetap tidak membuka genggamannya. Ia tidak ingin
mempermalukan Lintah Darat itu dengan menunjukkan kelicikannya dalam soal
kerikil hitam dan kerikil putih itu � Ia telah memberikan pelajaran
berharga bagi si Lintah Darat, bagaimana niat jahatnya dibalas dengan
tindakan bijak.
Adakalanya kita menghadapi dilema dan saat-saat sulit dalam
menentukan pilihan seperti yang dialami anak perempuan petani
itu. Apabila pendekatan logika tidak bisa dilakukan, gunakan
pendekatan yang berbeda, atau coba lihat dan pikirkan dari sudut pandang
yang berbeda. Pasti akan ada jalan.
menentukan pilihan seperti yang dialami anak perempuan petani
itu. Apabila pendekatan logika tidak bisa dilakukan, gunakan
pendekatan yang berbeda, atau coba lihat dan pikirkan dari sudut pandang
yang berbeda. Pasti akan ada jalan.